Institut Teknologi dan Bisnis Palcomtech kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk “Expert Mentoring on Class” dengan tema “Dari Warung Soto ke ITSM: Mengubah Hype AI Menjadi Solusi Nyata.” Kegiatan ini dilaksanakan pada hari selasa, 2 Juni 2026 bertempat di ruang kelas 2.4, dilaksanakan Luring dan Daring dengan target mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Kecerdasan Komputasional dan Sistem Tertanam.

Kegiatan ini menghadirkan Harisatul Aulia, S.Kom., seorang Software Engineer PT Pupuk Sriwijaya sekaligus Co-Founder Voice in Silence sebagai pemateri utama. Dalam sesi expert mentoring kali ini, mahasiswa diajak memahami bahwa kecerdasan buatan tidak hanya sebatas tren atau hype, tetapi dapat diolah menjadi solusi yang benar-benar bermanfaat. Materi diawali dengan penjelasan tentang hierarki Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), dan Deep Learning (DL), termasuk cara kerja dasar Artificial Neural Network (ANN) melalui konsep input, weight, dan bias. Penjelasan ini diperkuat dengan analogi sederhana agar mahasiswa lebih mudah memahami bagaimana sebuah model belajar dari data dan menghasilkan keputusan.

Salah satu bagian penting dalam materi adalah pembahasan mengenai keterbatasan rumus linear dalam jaringan saraf. Mahasiswa diperkenalkan pada fungsi aktivasi sebagai elemen yang membuat model mampu menangani pola data yang kompleks dan tidak selalu lurus. Proses pembelajaran AI juga dijelaskan melalui tiga tahapan utama, yaitu forward pass, calculation error, dan backpropagation, sehingga peserta dapat memahami bagaimana model terus diperbaiki agar semakin akurat.
Materi kemudian berkembang ke arsitektur jaringan lanjutan seperti Multilayer Perceptron (MLP) dan Convolutional Neural Network (CNN). CNN dijelaskan sebagai arsitektur yang sangat cocok untuk data visual seperti gambar dan video karena mampu mengenali fitur-fitur penting, mulai dari tepi, pola, hingga bentuk objek secara utuh. Pada bagian ini juga dibahas LeNet-5 sebagai salah satu pionir CNN yang sukses dan menjadi dasar penting dalam perkembangan computer vision modern.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada Natural Language Processing (NLP) melalui pendekatan self-supervised learning, termasuk metode Masked Language Modeling (MLM) pada BERT. Konsep ini menunjukkan bagaimana model dapat belajar dari teks tanpa label dengan cara menebak kata yang disembunyikan berdasarkan konteks kalimat di sekitarnya. Pembahasan ini menegaskan bahwa AI tidak hanya bekerja pada gambar, tetapi juga pada bahasa dan komunikasi manusia.
Puncak materi terletak pada penerapan AI dalam IT Service Management (ITSM). Di sini, teknologi Deep Learning digabungkan dengan Vector Database (PgVector) untuk membantu proses pelaporan dan penyelesaian gangguan IT secara otomatis. Dua skenario utama yang dibahas adalah AI Smart Service Suggestion, yaitu ketika sistem secara otomatis mengklasifikasikan tiket dan menentukan prioritas, serta Auto-Suggest Solusi, yaitu ketika sistem mencari kasus serupa dari riwayat sebelumnya untuk memberikan rekomendasi solusi kepada teknisi. Pendekatan ini membantu mempercepat layanan, mengurangi human error, dan menurunkan waktu penyelesaian masalah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga melihat bagaimana AI dapat diterapkan secara nyata dalam dunia kerja, khususnya pada sistem layanan teknologi informasi. Materi yang disampaikan berhasil menjembatani konsep dasar kecerdasan komputasional dengan praktik industri, sehingga peserta dapat memahami bahwa AI bukan sekadar istilah populer, melainkan alat strategis untuk menyelesaikan persoalan nyata di organisasi modern.